
01. Bersyukur apabila mendapat nikmat.
02. Sabar apabila mendapat kesulitan.
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program.
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan.
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan.
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan.
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan.
08. Jangan usil dengan kekayaan orang.
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang.
10. Jangan sombong kalau memperoleh kejayaan.
11. Jangan tamak kepada harta.
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan.
13. Jangan hancur karena kezaliman.
14. Jangan goyah karena fitnah.
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram.
17. Jangan sakiti ayah dan ibu.
18. Jangan usir orang yang meminta-minta.
19. Jangan sakiti anak yatim.
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar.
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil.
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid).
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu.
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid.
25. Biasakan shalat malam.
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah.
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat.
28. Sayangi dan santuni fakir miskin.
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah.
30. Jangan marah berlebih-lebihan.
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan.
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah.
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran.
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi.
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan.
36. Jangan percaya ramalan manusia.
37. Jangan terlampau takut miskin.
38. Hormatilah setiap orang.
39. Jangan terlampau takut kepada manusia.
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala.
41. Berlakulah adil dalam segala urusan.
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah.
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran.
45. Perbanyak silaturrahim.
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam.
47. Bicaralah secukupnya.
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya.
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu.
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur.
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin.
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga.
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan.
54. Hormatilah kepada guru dan ulama.
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi.
56. Cintai keluarga Nabi saw.
57. Jangan terlalu banyak hutang.
58. Jangan terlampau mudah berjanji.
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara.
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna.
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh.
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar.
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu.
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita.
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi.
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya.
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita.
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukansesuatu pilihan.
70. Jangan melukai hati orang lain.
71. Jangan membiasakan berkata dusta.
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian.
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab.
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita.
76. Jangan membuka aib orang lain.
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita,lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita.
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana.
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan.
80. Jangan sedih kerana miskin dan jangan sombong kerana kaya.
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara.
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain.
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara.
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa.
85. Hargai prestasi dan pemberian orang.
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan.
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuaidengan norma-norma agama dan kondisi diri kita.
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu.
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana.
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita.
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina.
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kitasebelum dipastikan kebenarannya.
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban.
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan.
96. Jangan memaksa diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri.
97. Waspadalah akan setiap ujian, cubaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan.
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakkan.
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang.
Bagaimana boleh solat berkenaan diterima Allah.. umur dah lanjut macam ni pun solat masih di peringkat sederhana, itu pun kalau boleh di kategorikan begitu.
Secara ringkasnya, sebelum memulakan solat, penceramah mencadangkan kita mengambil 2 minit untuk "menyediakan diri" sebelum menghadap Yang Esa.
2 perkara yg elok dilakukan sebelum berniat untuk solat... sewaktu kita berdiri tegak sebelum lafaz niat:
1. Minit pertama - Membangkitkan rasa KEHAMBAAN dlm diri kita. Kenangkan kembali dosa2 kita, betapa kerdil dan hinanya kita, seolah2 tak layak utk diberi peluang menghadap yg Esa. Pendek kata, kutuk diri sendiri dan menyesallah.
2.Ia remember the deeds of worship that made it, calculate how much charity jariahnya, how many prayers are made.
3.Orang that the person is mememandang berdarjat, not the poor with even one eye.
Last 4.Dalam case the person who had himself just perfect, do not despise the prayer, fasting and the practice is not Islamic law seolah2 himself just a pure Islam. (In the sense he's proud of the practice have done). That tanda2 the wretched world.
1. Murder is one of the great sins as God Almighty says: -
"Anyone who kills those who believe in the willfully balasananya is Hell will abide therein and the wrath and curse of Allah and made him a severe penalty."
(Surah An-Nisa'a Verse 93)God's Word, which means: -
"O you who believe you are required to Qisas (the consideration in accordance with the act) for killing people."
2. Methods of killing three ways:
1) Accidental entirely alone
i) intentional killing alone. - The person who seeks to kill by using a device that can kill or disable someone.
Sentence: - - Murder must be requited with murder as well (Qisas) unless the pardon by the heirs who were killed to pay blood-money mughallazah (heavy fines) or excused without pay blood-money (fines) -
Qisas prerequisites: -
1) Islam
2) There are no excused by the heirs2) mis-alone
- The unintentional killing as an example of the shoot animals but tertembak one another and cause the person killed.
Penalty: -
Charge reformism not be Qisas (suicide reaction), but his blood-money must mukhafafah (fine light). Blood-money was paid by the brothers' killers and payment may be deferred for three years. -God's Word, which means: -
"Anyone who kills a person believed to be accidental but he freeing of a believing slave and pay blood-money (fines) to members who were killed."
(Surah An-Nisa'a - Verse 92)
3) similar to purely
- The person who hit others with a tool that typically can not be killed off like twigs or wood and hit it off with
. - Sentence: -
Islah no compulsory Qisas (suicide reaction) but are required to pay blood-money family killer mughallazah (heavy fines) by gradually for three years.
Ada disebutkan dalam Atsar, kata-kata sahabat yang menerangkan tanda-tanda sudah dekatnya kemunculan Imam Mahdi. Menurut riwayat apabila sudah dekat kedatangan Imam Mahdi akan banyak terjadi peperangan, banyak bencana dan banyak bala.
Sodomy is sexual intercourse in the anus, anal, whether male or female anal anal even his own wife.
Didubur intercourse is illegal, and ruling as a woman not have sex difaraj his wife, and also whether the punishment of adultery. Those who commit sodomy, should be punishable hudud, is stoned to death, if the person is Muhsin elapse. And sentenced to 100 lashes whipping and banishment for one year, if the elapse of non-Muhsin.
(Kifayatul Ahyar constituent 2 pages 111-112)
MUSAHAQAH (lesbian)
Commits an act to satisfy the sexual desires of women by women with mengeselkan vagina vagina with them to bring passion and feel the passion with reason pergeselan vagina between these two woman.
Musahaqah is an illegal act and should be punishable takzir, where the offense may be convicted musahaqah evidence required to convict the offenses that must be punished takzir. And sodomy offenses shall be convicted of the offense with the evidence as required by legislation to prove adultery.
Come ANIMALS
An animal that does not come to be construed as a fornicator. Their actions could be termed an illegal and shameful act that must be sentenced to takzir.
Intercourse with the dead
Mensetubuhi men dead woman who is not his wife commits adultery shall not be construed, but the man must be punished takzir. Similarly, women who enter the penis and not her husband died in the vaginal can not be considered as committing adultery, but she must also be punished takzir.
So for all of the above is just a man and woman must be punished takzir only and should not be subject to hudud.
PROOF-EVIDENCE FOR OFFENCES adultery convict
To convict a person is guilty of adultery cases that must be hudud must be proved by one of the following: -
i) adultery must be witnessed by four male witnesses. As Almighty Allah says:
"And anyone who commits acts of indecency (adultery) of the women you call in four men among you bear witness to their deeds."
(Surah An-Nisa '- verse 15)
ii) Declaration (declaration) of those who commit adultery. This declaration must be made before the priest or his representative as a judge or kadhi.iii) Qarinah, which shows things happen adultery, for example pregnant women who are not married, or have not known her husband.
WITNESS-WITNESS QUALIFICATION IN CASE adulteryWitnesses are entitled to a witness in the case of consensual sex offenses that may be penyaksiannya are those who meet the following conditions: -
1. 4 males
2. Puberty, were grown according to the conditions specified by law.
3. Sanity
4. People just, that is not a grievous sin and the sins of the small.
5. Muslims
6. That all witnesses must actually see with their own eyes in the male genitals into female genitalia such as keris into the sarungnya.
7. Evidence of witnesses must be clear, that explains a substance into the penis into her vaginal opening as a place - not a metaphor.
8. Witnesses must see the adultery was committed in a certain place and in the same time (not a different place and time.)
(Reference Book - Book Mathla'al Badraian -
Sheikh Muhammad Al-Fathani David)
Meaning Sumitro
Understanding is melimparkan zina to good people or deny the holy keturunanya.
DISTRIBUTION Sumitro
1.) Sumitro-pesalahnya the offender shall be punishable hudud, as an accused person who is good with adultery without disclosing the holy man who just four witnesses.
2.) Sumitro-pesalahnya the offender shall be punishable as an accused person takzir others reject, stealing, drinking arakatau apostates and others, are slandered, and others wore the pride one can menjatuhkah and humiliated.Accuse someone of adultery without good clean produce four male witnesses are judged fairly and on the sin adalahharam besardan Sumitro limit must be punished (whipping) of 80 lashes, and can not be accepted penyaksiannya forever because he is the Fasiq. As Almighty Allah says:
"And those who launch a charge of adultery for women chaste, then they do not bring four witnesses. So they lash 80 lashes, and do not accept their testimony ever since they were the Fasiq. "
(Surah An-Nur verse 4)Exxon THE PENALTIES CAN BE IMPOSED Sumitro
1. Sanity
2. Puberty
3. The will itself is not forced
4. Aware announced Sumitro
5. Non-parents and grandparents of the person accused.If the accused is insane or not the child of reason, can not be punished Sumitro limits on them. This is as according to the Prophet's hadith narrated by Imam Bukhari says:
"He will not punish those three people, namely children until puberty, the sleeping until it is woken up and the insane until he recovered from gilanya."
(Reported by Bukhari Fi Muslim)HOW-how to Sumitro
Crime in the Qanun Sayr'iyyah how do Sumitro three ways:
i) The charge made by sarih (clearly), which alleged that use words that clearly and accurately that can not be construed to purposes other than adultery and denial of consanguinity (offspring)
ii) allegation made by kinayah (kiyasan ), which alleged that using the word unclear and inaccurate, which can carry the meaning of adultery or otherwise.
iii) The charge made by ta'ridh (satire), which alleged that using the word unclear and inaccurate, which can also provide an understanding Other daripadazina as do the words kinayah.EVIDENCE-PROOF OF OFFENCES convicted Sumitro
Sumitro offense may be convicted in one of the following evidence: -
1. Shahada (testimony)
2. Affirmation (confession)
3. Yamin (oath)